Goondiwindi ; Resting Place of the Birds

05030021

Setelah beberapa minggu tinggal di St. George, akhirnya saya dan Brian sadar, bahwa hidup di kota yang teramat kecil ini ternyata cukup bisa membuat kami bosan. Kami suka kota ini, semua orang saling sapa di satu-satunya bakery di kota dusun ini, parkir gratis dan jalanan lengang. Tapi kami sadar, selain sangat sulit menemukan barang-barang keperluan rumah semisal alat-alat elektronik dan perabotan dapur, harga barang di kota ini juga sedikit lebih mahal dibandingkan dengan kota-kota yang lebih dekat dengan Brisbane. Jadi pilihannya adalah, kami harus mengunjungi salah satu kota yang lebih besar dari St. George, dan yang terdekat adalah Goondiwindi (penyebutannya Gandiwindi, bukan Gundiwindi). Goondiwindi sendiri jaraknya sekitar 200km ke arah timur kota st. George, selain ada lebih banyak pilihan tempat berbelanja, kota ini juga memiliki lebih banyak tempat hiburan, semisal bioskop, bookshop cafe, pub, dan sebagainya. Salah satu alasan lainnya yaitu ada seorang kawan dari Indonesia yang tinggal di kota ini, namanya Christian Burhan, jadi setidaknya kami ada tempat untuk menginap jika ingin menghabiskan waktu sedikit lebih lama di kota ini.

04950017

Nama Goondiwindi sendiri diambil dari bahasa Aboriginal Goonawina  yang bemakna Tempat Perirstirahatan Burung, dimana di kota kecil ini mengalir sebuah sungai yang sangat penting untuk warga sekitarnya,  yaitu Macintyre River yang dulunya hanyalah kubangan-kubangan air yang berubah menjadi sungai pada waktu-waktu tertentu. Di kubangan air inilah menjadi tempat favorit ratusan  burung liar untuk beristirahat. Goondiwindi sendiri menjadi semacam kota perbatasan antara 2 state, Queensland dan NSW, dan Macintyre River juga dulunya menjadi penanda batas wilayah antara Queensland dan New South Wales.Goondiwindi juga menjadi salah satu tempat persinggahan  favorit para pelancong yang melakukan perjalanan antar state di Australia.

05030031

Saya akui, saya bukan tipe pejalan yang akan mengatur itinerary secara detail dan mengikuti rencana jalan dengan ketat. Saya lebih suka melakukan improvisasi dan melakukan pejalanan sambil mengikuti arus. Pun dengan kunjungan ke Goondiwindi. Bulan Juli adalah musim panen jeruk, dan kawan saya si Christo berinisiatif mengajak kami untuk membeli buah jeruk,dengan memetik dari pohon di kebunnya langsung. Saya selalu punya fantasi riang tentang kebun jeruk. Mungkin didasari oleh koleksi buku tulis saya jaman SD yang mana cover dari buku-buku tersebut adalah model-model yang sedap dipandang yang sedang melakukan pose di antara pohon-pohon jeruk yang penuh dengan buahnya yang berwarna segar. Saya akan sangat bahagia jika saya yang berdiri di antara pohon-pohon jeruk tersebut, hahahaha. Imajinasi anak SD. Lokasi kebunya sendiri ada di Boggabilla, perbatasan QLD dan NSW, sayangnya, setelah kami tiba disana, buah-buah jeruknya sendiri sudah baanyak yang dipetik dan tidak terlalu banyak yang tersisa di pohonnya. harganya sendiri $1 per kilo , untuk yang dipetik sendiri, saya pikir, kami meang banyak. Perkebunan jeruk ini sendiri sudah berumur lebih dari 20 tahun, dan sekarang dimiliki oleh pasangan suami istri paruh baya yang berusia pertengahan 30an. Perkebunan ini sendiri meereka beli sekitar 5 tahunan yang lalu.050300230503002505030026050300240503002805030027

Sunday market juga cukup menyenangkan dikunjungi. Diadakan pada minggu terakhir di setiap bulannya, Goondiwindi Sunday Market menjadi tempat berkumpunya para penjua makanan, minuman, pernak pernik, barang bekas sampai dengan hasil perkebunan. Diadakan di taman kota, ajang ini juga biasanya menjadi tempat silaturahmi penduduk kota kecil ini. Saya, Brian dan Christo biasanya mampir sebentar meihat-lihat barang-barang unik yang dijua, membei sayur dan buah segar serta membeli kopi. dengan ramainya orang-orang yang ngobrol, bertransaksi dan anak-anak yang berlarian dan bermain, Sunday market benar-benar menjadi ajang kecil yang ceria. Untuk makan siang, pilihan kami adaah Bao-Bao Asan Restaurant. $12 all you can eatnya benar-benar surga bagi kami para backpacker, ditambah pakcik ownernya sangat baik hati dan ramah.

049500230495002104950016050300010497002204970023

Dan untuk menutup kunjungan akhir pekan di Goondiwindi, kami bertiga melakukan sedikit beanja di Foodwork, pulang sebentar untuk mengambil beberapa peralatan, dan kani berangkat menuju botanical park , di sana kami menutup kunjungan dengan melakukan barbecue sebeum kami pulang ke St. George. Jadi, untuk kawan-kawan yang berencana melakukan roadtrip dari Brisbane ke arah barat, sempatkanlah mampir di kota kecil yang menyenangkan ini.0495002704950009049500110495001404950005049500060495000704950008049500100495001204950025049500280495002904950031

 

 

 

 

Advertisements

6 thoughts on “Goondiwindi ; Resting Place of the Birds

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s